Blog ini berisi Pengetahuan Umum,Fakta Unik, Dan Seputar Teknologi
#OnTheSpotLovers
Jumat, 18 September 2015
Rabu, 16 September 2015
Biografi Torakusu Yamaha (Pendiri Yamaha)

Dimulai pada 1970-an, Yamaha mengembangkan berbagai alat musik elektronik dan teknologi. Saat ini Yamaha adalah produsen terbesar alat musik di dunia, dan Yamaha Motor Corporation adalah produsen terbesar kedua sepeda motor. Yamaha berusaha untuk memberikan sebuah pengalaman kegembiraan dan kesenangan pelanggan. Ia memberi perhatian terhadap kebutuhan dan keinginan pelanggan selama pengembangan produk dan menyediakan layanan purna jual yang baik. Yamaha menjadi sponsor grup musik, acara kontes, kompetisi olahraga motor, dan program-program seperti sekolah musik Yamaha yang membantu mengembangkan pasar masa depan untuk instrumen musik; dan memberikan kesempatan seperti olahragawan dan musisi untuk menikmati produk-produknya.
Awal Tahun Pendirian
Yamaha Corporation nama perusahaan yang diberikan pendirinya, Torakusu Yamaha 20 April 1851-8 Agustus 1916). Ayahnya, seorang samurai dari Prefektur Wakayama, tertarik pada astronomi dan mekanika dan memberikan anaknya pendidikan modern. Yamaha belajar mekanik kepada insinyur Inggris, kemudian menyelesaikan magang di sekolah kedokteran Barat pertama di Jepang tepatnya di Nagasaki dan mengambil pekerjaan memperbaiki peralatan medis di kota terpencil Hamamatsu. Ketika sekolah Ia meminta agar dia dibiayai untuk memperbaiki dan membuat Mason & Hamlin buluh organ, ia menyadari potensi bisnis manufaktur organ di Jepang, dan pada tahun 1887, ia mendirikan Organ Yamaha Manufacturing Company, produsen pertama dari alat-alat musik Barat di Jepang , dan membangun organ buluh portabel pertama. Pada 1889, perusahaan itu mempekerjakan 100 orang dan menghasilkan 250 organ setiap tahun.
Yamaha mengamati bahwa piano tegak buatan AS menjadi lebih populer dan lebih murah daripada organ buatanya, sehungga Ia memutuskan untuk membuat piano tegak di Jepang. Pada tanggal 12 Oktober 1897. Tahun 1899, Kementerian Pendidikan Jepang mengirim Yamaha ke Amerika Serikat untuk belajar piano membuat dan menetapkan pemasok bahan-bahan yang diperlukan untuk memproduksi piano di Jepang. Nippon Gakki mulai membuat piano tegak pada 1900 dan menghasilkan piano pertama pada tahun 1902, menerapkan keahlian dalam pertukangan sehingga menghasilkan pembuatan mebel yang lebih baik. Di St Louis World's Fair di tahun 1904, piano dan organ Yamaha menerima Kehormatan Grand Prize. Pada tahun 1914, ketika Perang Dunia I penjualan harmonicas Jerman dibatasi di Jepang, Yamaha memperkenalkan harmonika pertama dan mulai mengekspor harmonicas di seluruh dunia. Yamaha terus memperluas ke bidang musik, meluncurkan produk berkualitas tinggi tangan buatan phonographs untuk penderita tangan yang luka pada tahun 1922.
Menghadapi persaingan dari instrumen buatan Barat, Nippon Gakki membuka program penelitian laboratorium akustik pertama di dunia pada tahun 1930. Pada tahun 1931, ia merancang alat musik akustik sederhanaa baru di Jepang. Pada 1932, ia mulai produksi pipa organ. Selama tahun 1930-an, perluasan sistem sekolah umum di Jepang menciptakan permintaan alat-alat musik Barat, dan Nippon Gakki mulai menghasilkan akordion dan gitar
dengan harga yang kompetitif. Ini menghasilkan gitar akustik pertama pada tahun 1942.
Setelah Perang Dunia II
Selama Perang Dunia II, Nippon Gakki menurunkan produksi alat musiknya, dan mereka memproduksi baling-baling untuk pesawat-pesawat tempur, tangki bahan bakar, dan bagian sayap, dan akhirnya berhenti memproduksi alat-alat musik sama sekali. Teknologi baru yang dipelajari selama perang, manufaktur Nippon Gakki diaktifkan lagi untuk memproduksi cor logam sendiri yang digunakan sebagai frame piano. Pada tahun 1948, bisnis musik tiba-tiba meningkat ketika Departemen Pendidikan Jepang mewajibkan pendidikan musik di sekolah-sekolah umum. Pada tahun 1950-an, Yamaha adalah produsen piano terbesar di dunia. Pada tahun yang sama mulai memproduksi komponen audio, dan pada tahun 1955, ia menghasilkan produk pertama Hi-Fi record player.
Setelah Perang Dunia II, presiden keempat Yamaha, Gen-ichi Kawakami (Kawakami Gen'ichi, 30 Januari 1912 - 25 Mei 2002), mencari cara baru untuk memanfaatkan fasilitas manufaktur perusahaan, mulai serius menyelidiki pasar luar negeri. Ia mengunjungi Amerika Serikat beberapa kali, dan memproduksi mesin jahit, suku cadang mobil, skuter, utilitas roda tiga kendaraan, atau sepeda motor. Sejak pembiayaan untuk produk baru, Nippon Gakki mulai menggunakan bahan-bahan yang baru seperti serat gelas plastik (FRP). Pada tahun 1960, perusahaan memproduksi FRP pertama yang digunakan unutuk membuat perahu layar, kemudian memproduksi yacht, kapal patroli untuk Jepang's Maritime Safety Agency, dan kapal-kapal nelayan oceangoing. Produk FRP lain, seperti busur panah, ski, dan bak mandi.
Yamaha Motor Company Limited
Perusahaan melakukan riset secara intensif dalam perpaduan logam untuk digunakan dalam piano akustik Yamaha telah memiliki pengetahuan luas mengenai pembuatan bahan yang ringan, namun kokoh dan dapat diandalkan dalam konstruksi yang membutuhkan bahan dari logam. Pengetahuan ini dengan mudah diterapkan pada pembuatan frame logam dan suku cadang untuk sepeda motor. Kawakami dan insinyur mengunjungi pabrik-pabrik Jerman untuk belajar bagaimana membuat sepeda motor. Prototipe pertama, dengan nama Yamaha YA-1, untuk menghormati pendiri Yamaha, selesai pada bulan Agustus 1954. Sepeda ini didukung oleh udara-pendingin, 2-stroke, 125 cc mesin single silinder. Prototipe diuji dengan dikendari sejauh 10.000 km yang belum pernah dilakukan sebelumnya, tes dilakukan untuk memastikan bahwa kualitasnya adalah kelas atas.
Keberhasilan YA-1 mendorong untuk mendirikan Yamaha Motor Co, Ltd pada tanggal 1 Juli 1955. Produsen sepeda motor baru diproduksi sekitar 200 unit per bulan. Pada tahun yang sama, YA-1 memenangkan kelas 125cc di dua acara balapan terbesar di Jepang. Tahun berikutnya, YA-1 menang lagi di Highlands Asama Race.
Pada tahun 1966, Toyota dan Yamaha bekerja sama untuk memproduksi edisi terbatas Toyota 2000 GT mobil sport, hingga sekarang masih dikagumi karena kinerjanya yang memuaskan. Pada tahun 1968, Yamaha meluncurkan Yamaha DT-1, sepeda motor off-road pertama di dunia, menciptakan sebuah genre baru. Yamaha XS 650, diperkenalkan pada tahun 1970, kesuksesan yang luar biasa itu mengakhiri monopoli sepeda motor Inggris. Hari ini, Yamaha Motor Company adalah produsen sepeda motor terbesar kedua di dunia (setelah Honda). Yamaha juga memproduksi kendaraan semua medan (ATV), perahu, snowmobiles, motor tempel, dan perahu pribadi. Pada tahun 2000, Toyota dan Yamaha membentuk aliansi.
Setelah periode krisis keuangan selama tahun 1980-an, presiden kedelapan, Seisuke Ueshima, mulai reorganisasi perusahaan pada tahun 1992. Untuk pasar yang sudah hampir jenuh, Yamaha difokuskan pada produk high-end, seperti seri piano Disklavier, dengan built-in komputer untuk merekam dan memutar ulang pertunjukan, yang bisa ritel lebih dari $ 30.000 dan membawa keuntungan yang lebih tinggi. Ueshima mendorong perusahaan untuk mengembangkan produk-produk baru. Pada tahun 1993, Yamaha berhasil meluncurkan seri Silent Piano, piano yang baik dapat dimainkan seperti piano akustik biasa, atau dengan suara mereka terdengar dan hanya terdengar ke pianis melalui headphone. Hal ini diikuti oleh Trumpet Diam pada tahun 1995, Diam Drum pada tahun 1996, Biola Diam pada tahun 1997, dan Cello Diam pada tahun 1998. The VP1 virtual VL1 akustik dan synthesizer.
Sumber: Sejarah Yamaha
Senin, 14 September 2015
7 KOTA KUNO YANG TENGGELAM DI DASAR LAUT
Bumi telah terbentuk dalam waktu yang sangat lama. Peradaban manusia juga mencapai usia yang sangat panjang, ribuan tahun lalu, bahkan sebelum masehi. Ada banyak misteri masa lalu yang belum terungkap, termasuk beberapa kota kuno yang saat ini tenggelam di dasar laut. Kota-kota peradaban kuno tersebut ada hampir di seluruh dunia.
Berdasarkan perhitungan ahli sejarah dan ilmuwan, kota-kota kuno tersebut tenggelam karena banjir yang sangat besar, gempa bumi, tsunami dan bencana alam lainnya. Namun ada juga kepercayaan dan kisah kuno bahwa kota-kota itu dikutuk, sehingga tidak lagi berfungsi dan tenggelam di dasar laut.
Berikut adalah 7 Kota Kuno Yang Tenggelam Di Dasar Laut seperti yang dikutip darivemale.com :
1. Kota Alexandria Cleopatra, Mesir
Kota Alexandria yang merupakan kekuasaan Mesir Kuno oleh Cleoparta dikabarkan hilang selama 1.600 tahun. Cerita tentang kota tersebut seperti sebuah legenda. Namun sebuah tim arkeolog menemukan reruntuhan sebuah kota kuno tak jauh dari lepas pantai Alexandria modern di tahun 1998. Monumen-monumen besar ditemukan dan dilakukan penelitian pada temuan ini.
Para ahli berpendapat bahwa kota yang mereka temukan kemungkinan besar tenggelam karena gempa bumi. Beberapa benda yang ditemukan adalah patung sphinx (patung kepala manusia dan tubuh singa, merupakan penjaga piramida), patung, kuil, dan beberapa bagian istana yang diprediksi adalah milik Cleoparta. Bahkan ditemukan patung Cleopatra, Marc Antony dan patung keluarga lainnya.
2. Kota Pavlopetri, Yunani
Yunani adalah salah satu negara yang memiliki kebudayaan lama yang sangat dikenal. Beberapa kota Yunani kuno dikabarkan tenggelam dan hilang, salah satunya adalah kota Pavlopetri. Setelah diperkirakan tenggelam pada tahun 1000 sebelum masehi, kota Pavlopetri ditemukan di bawah laut pada tahun 1967.
Sejarah Singkat MotoGP
| Lambang MotoGp |
![]() |
| Valentino Rossi |
GP 500, kelas yang menjadi puncak balap motor Grand Prix, telah berubah secara dramatis pada tahun 2002. Dari pertengahan tahun 1970-an sampai 2001 kelas puncak dari balap GP ini dibatasi 4 silinder dan kapasitas mesin 500 cc, baik jenis mesin 4 tak ataupun 2 tak. Akibatnya, yang mampu bertahan adalah mesin 2 tak, yang notabene menghasilkan tenaga dan akselerasi yang lebih besar. Pada tahun 2002 sampai 2006 untuk pertama kalinya pabrikan diizinkan untuk memperbesar kapasitas total mesin khusus untuk mesin 4 tak menjadi maksimum 990 cc, dan berubah menjadi 800 cc di musim 2007. Pabrikan juga diberi kebebasan untuk memilih jumlah silinder yang digunakan antara tiga sampai enam dengan batas berat tertentu. Dengan dibolehkannya motor 4 tak ber-cc besar tersebut, kelas GP 500 diubah namanya menjadi MotoGP. Setelah tahun 2003 tidak ada lagi mesin 2 tak yang turun di kelas MotoGP. Untuk kelas 125 cc dan 250 cc secara khusus masih menggunakan mesin 2 tak.
Balap untuk kelas MotoGP saat ini diselenggarakan sebanyak 17 seri di 15 negara yang berbeda (Spanyol menggelar 3 seri balapan). Balapan biasa digelar setiap akhir pekan dengan beberapa tahap. Hari Jum’at digelar latihan bebas dan latihan resmi pertama, kemudian hari Sabtu dilaksanakan latihan resmi kedua dan QTT, di mana para pembalap berusaha membuat catatan waktu terbaik untuk menentukan posisi start mereka. Balapan sendiri digelar pada hari Minggu, meskipun ada seri yang digelar hari Sabtu yaitu di Belanda dan Qatar. Grid (baris posisi start) terdiri dari 3 pembalap perbaris dan biasanya setiap seri balap diikuti oleh sekitar 20 pembalap. Balapan dilaksanakan selama sekitar 45 menit dan pembalap berlomba sepanjang jumlah putaran yang ditentukan, tanpa masuk pit untuk mengganti ban atau mengisi bahan bakar. Balapan akan diulang jika terjadi kecelakaan fatal di awal balapan. Susunan grid tidak berubah sesuai hasil kualifikasi. Pembalap boleh masuk pit jika hanya untuk mengganti motor karena hujan saat balapan.
Perubahan regulasi terbaru
- Pada tahun 2002, kelas 500 cc digantikan menjadi MotoGP, kapasitas motor yaitu 990 cc.
- Pada tahun 2005, sebuah peraturan baru untuk MotoGP telah diberlakukan yaitu flag-to-flag. Sebelumnya, jika sebuah balapan dimulai dengan start dalam kondisi sirkuit kering dan hujan turun, pembalap terdepan dapat mengangkat tangan untuk menghentikan lomba, demikian juga dengan para ofisial mengibarkan bendera merah untuk menghentikan balapan, kemudian balapan dimulai lagi dengan menggunakan ban basah. Sekarang jika hujan turun saat balapan tidak ada lagi bendera merah, para pembalap langsung menuju pit untuk mengganti ban sesuai kebijakan tim.
- Pada tahun 2007, kelas MotoGP diturunkan kapasitas mesinnya, menjadi 800 cc.
- Pada tahun 2010
- kelas MotoGP diberlakukan pembatasan mesin 6 mesin untuk 1 musim.
- kelas 250 cc digantikan oleh kelas Moto2 dengan mesin Honda CBR600RR, sasis prototipe.
- Pada tahun 2012
- kelas MotoGP dinaikkan kapasitas mesinnya, menjadi 1.000 cc.
- kelas MotoGP diberlakukan regulasi CRT (Claiming Rule Team) yang memperbolehkan Tim (Kecuali Team Pabrikan) memakai mesin motor massal 1.000 cc disasis prototipe.
- kelas 125 cc digantikan oleh kelas Moto3 dengan mesin 250 cc.
- Pada tahun 2013
- Diterapkan sistem kualifikasi Knockout .
- Diterapkan sistem poin penalty kepada pembalap yang terlalu agresif.
- Pada tahun 2014
- Kelas CRT digantikan dengan Open Class dengan motor produksi dari tim Pabrikan
- Semua tim wajib menggunakan ECU resmi dari MotoGP. Namun, tim pabrikan diperbolehkan untuk mengembangkan dan menggunakan software mereka sendiri.
Sabtu, 12 September 2015
Jenis - Jenis Plug dan Socket Listrik Berbagai Negara
| Jenis - Jenis Plug dan Socket listrik Berbagai Negara |
Selamat Siang sobat On The Spot Lovers, kali ini akan membahas mengenai satu peralatan instalasi listrik yang biasa digunakan, yaitu plug dan socket. Plug dan socket listrik (dalam bahasa sehari-hari dikenal dengan colokan dan stop-kontak) 2 pin awalnya diciptakan oleh Harvey Hubbell dan dipatenkan pada tahun 1904. Karya Hubbell ini pun menjadi rujukan pembuatan plug dan socket setelahnya dan menjelang tahun 1915 penggunaannya semakin meluas, walaupun pada tahun-tahun 1920an peralatan rumah serta komersial masih menggunakan socket lampu jenis screw-base Edison.
Kemudian plug 3 pin diciptakan oleh Albert Büttner pada tahun 1926 dan mendapatkan hak paten dari badan paten jerman (DE 370538), karyanya tersebut dikenal dengan nama "schuko". Namun ada juga pencipta plug 3 pin ini, yaitu Philip F. Labre, semasa beliau masih menuntut ilmu di Sekolah Kejuruan Milwaukee (MSOE) dan mendapatkan hak paten dari amerika serikat pada 5 Juni 1928. Siapa pun penenmunya, penemuan plug atau colokan 3 pin ini merupakan sesuatu yang sangat luar biasa, karena memperhatikan aspek keselamatan manusia, sehingga plug atau colokan listrik jenis ini menjadi standar dihampir semua negara sampai saat ini.
|
Jenis-jenis plug dan socket diklasifikasikan berdasarkan tegangan dan frekuensi yang digunakan pada suatu negara, sehingga dapat dikatakan hanya ada dua jenis yang berdasarkan klasifikasi ini, yaitu:
• Untuk tegangan 110-220 volt pada frekuensi 60 hz
• Untuk tegangan 220-240 volt pada frekuensi 50 hz
ada juga beberapa negara yang menggunakan plug dan socket untuk keduanya, lihat peta penggunaan tegangan dan frekuensi listrik di dunia dibawah ini. (klik gambar untuk melihat peta lebih besar lagi)

Sedangkan berdasarkan pengamannya plug dan socket diklasifikasikan menjadi:
• Tanpa pembumian, ungrounded. Biasanya untuk plug yang 2 pin, dan menurut standar IEC merupakan class-II
• Dengan pembumian, Grounded. Biasanya untuk plug yang 3 pin, dan menurut standar IEC merupakan class-I
• Dengan pembumian dan sekering, Grounded and fuse. Biasanya untuk plug yang 3 pin.

Berdasarkan klasifikasi-klasifikasi diatas, maka plug dan socket setiap negara dapat berbeda-beda, dan secara umum jenis dan standar dari plug dan socket adalah:
1. Jenis A

• 2 pin dengan standar NEMA 1–15 (North American 15 A/125 V ungrounded)
plug jenis A juga dapat digunakan pada socket jenis B.
• JISC 8303, Class II (Japanese 15 A/100 V ungrounded) merupakan standar plug dan socket di jepang yang mirip dengan plug dan socket jenis A, dan juga harus lulus uji dari MITI (Ministry of International Trade and Industry) dan JIS (Japanese Industrial Standards).

2. Jenis B

• 3 pin dengan standar NEMA 5–15 (North American 15 A/125 V grounded), merupakan plug dan socket standar di amerika utara (Canada, Amerika Serikat dan Mexico), juga digunakan di Amerika tengah, Karibia, Colombia, Ecuador, Venezuela dan sebagian Brazil, Jepang, Taiwan dan Saudi Arabia
• 3 pin dengan standar NEMA 5–20 (North American 20 A/125 V grounded), digunakan untuk instalasi rumah tanggal mulai tahun 1992, dengan slot socket model T.
• JIS C 8303, Class I (Japanese 15 A/100 V grounded)
3. Jenis C
• CEE 7/16 (Europlug 2.5 A/250 V ungrounded), Plug ini biasa digunakan dalam aplikasi-aplikasi class II (ungrounded). Plug ini adalah salah satu plug internasional yang paling banyak digunakan karena cocok dengan soket apapun yang bisa menerima kontak 4.0 – 4.8 mm dengan jarak pisah 19 mm. Plug ini bisa digunakan di semua negara-negara Eropa kecuali Inggris dan Irlandia (karena Inggris/Irlandia punya standar tersendiri). Tapi penggunaan plug ini secara umum memang terbatas untuk penggunaan aplikasi-aplikasi Class II yang memerlukan arus di bawah 2,5 A dan unpolarized.

• CEE 7/17 (German/French 16 A/250 V ungrounded), ukurannya hampir sama dengan tipe E dan F, pada plug nya dilapisi dengan karet atau plastik. Digunakan juga di korea selatan untuk peralatan listrik yang tidak dibumikan dan di italia di kategorikan dengan Italian standard CEI 23-5

• BS 4573 (UK shaver), digunakan di Inggris untuk kegunaan alat-alat cukur atau shaver yang ada di kamar mandi. Jarak antar pin 5,08 mm dengan panjang pin 15,88 mm dan telah digunakan di inggris sejak tahun 1960an.

• Soviet plug (6 A/250 V ungrounded), hampir sama dengan French type E dan CEE7/17
4. Jenis D

• BS 546 (United Kingdom, 5 A/250 V grounded), equivalent to IA6A3 (India), rated at 6A / 250V
• BS 546 (United Kingdom, 15 A/250 V grounded), equivalent to IA16A3 (India) & SABS 164 (South Africa), rated at 16A / 250V
5. Jenis E


CEE 7/5 (French type E)
6. Jenis F

• CEE 7/4 (German "Schuko" 16 A/250 V grounded)
• Gost 7396 (Russian 10 A/250 V grounded)
7. Jenis E/F Hybrid

CEE 7/7 (French/German 16 A/250 V grounded)
8. Jenis G

BS 1363 (British 13 A/230-240 V 50 Hz grounded and fused), equivalent to IS 401 & 411 (Ireland), MS 589 (Malaysia) and SS 145 (Singapore), SASO 2203 (Saudi Arabia)
9. Jenis H

• SI 32 (Israeli 16 A/250 V grounded)
• Thai 3 pin plug TIS166-2549 (2006)
10. Jenis I

• AS/NZS 3112 (Australasian 10 A/240 V)
• CPCS-CCC (Chinese 10 A/250 V)

• IRAM 2073 (Argentinian 10 A/250 V)
11. Jenis J

SEV 1011 (Swiss 10 A/250 V)
12. Jenis K

Section 107-2-D1 (Danish 13 A/250 V earthed)
13. Jenis L
• CEI 23-16/VII (Italian 10 A/250 V and 16 A/250 V)
• CEI 23-16/VII (Italian 10 A/250 V)
• CEI 23-16/VII (Italian 16 A/250 V)
14. Jenis M
BS 546 (South African 15 A/250 V)
15. Belum Mendapatkan kategori
IEC 60906-1 (Brazilian 10 A and 20A /250 V)
Kesimpulan:
Ada 14 pola standar plug dan socket yang digunakan di seluruh dunia, baik untuk aplikasi-aplikasi Class I (grounded) maupun Class II (ungrounded), dengan rating arus berkisar 2,5 – 16 A. Standar-standar tersebut adalah standar-standar Amerika Serikat, Amerika Utara, Argentina, Australia, Daratan Eropa, Europlug, Cina, Denmark, India/Afrika Selatan, Israel, Itali, Jepang, Swiss, dan Inggris/Irlandia.
Peta dibawah akan menjelaskan mengenai Negara-negara didunia dan jenis plug & socket yang digunakan

Sekian penjelasan mengenai Berbagai Jenis Plug dan Socket Listrik. Semoga bermanfaat bagi Sobat OTS Lovers :)
Sumber: Jenis-jenis Plug dan Socket Listrik
Langganan:
Postingan (Atom)



