Tampilkan postingan dengan label KRI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KRI. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 November 2016

Wow PT PAL INA Buat Kapal Perang LPD ke Malaysia

Jakarta, On The Spot Lovers PT PAL  Menandatangani (MoU) dengan Boustead Naval Shipyard (BNS) untuk membangun kapal dukungan multirole pertama Malaysia (MRSS) di Indonesia. MoU ditandatangani pada 2 Novembaer 2016  saat pameran Indo Defense 2016 di Jakarta dan , dan membuka jalan bagi PT PAL  Indonesia untuk pertama kalinya membuat kapal perang untuk tentara angkatan laut Malaysia  (TLDM)  jika kontrak diberikan kepada BNS. 


Sesuai dengan spesifikasi yang diberikan PT PAL, desain landing platform dock (LPD)  seperti MRSS  ini memiliki panjang keseluruhan mencapai 150 Meter. Leber keseluruhan 24 Meter, dan Draft 6 Meter. Platform ini dirancang memiliki kecepatan maksimum 18 Knot, kecepatan jelajah 15 knot , dan daya tahan melaut 30 hari.  



Kapal ini dipersenjatai oleh Meriam utama 76 mm , dan senapan mesin 12.7mm. Salah satu persyaratan TLDM adalah kapal harus mampu menampung 2 Helikopter di Helipad, dan 2 helikopter di dalam Hanggar kata sumber dari PT PAL. Untuk memenuhi spesifikasi tersebut panjang kapal harus ditambah dari 150 Meter menjaddi 163 Meter.

Selasa, 21 Juni 2016

4 Kapal Kelas Dunia Buatan Batam Diserahkan ke TNI AL


Jajaran TNI AL foto bareng dengan latarbelakang kapal patroli buatan Batam yang berkelas dunia, Kamis (16/6/2016). Foto: istimewa
Jajaran TNI AL Di Depan KAL

4 Kapal Kelas Dunia Buatan Batam Diserahkan ke TNI AL

Jakarta, All About of Knowledge Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) dan PT Palindo Marine melakukan serah terima empat unit kapal patroli pesanan TNI AL yang akan digunakan oleh jajaran Komando Armada Wilayah Timur (Koarmatim). Keempat kapal tersebut adalah KAL Bawean, KAL Kelambau, KAL Wayag, dan KAL Tidore.
Penyerahan empat kapal patroli itu langsung diterima oleh Asisten Logistik Kepala Staf TNI AL, Laksamana Muda TNI Mulyadi, di komplek PT Palindo Marine, Sagulung, Batam, pada hari Kamis (16/06) kemarin. Selain menerima kapal, Laksda Mulyadi juga mengukuhkan Komandan Pertama masing-masing kapal.
Laksda Mulyadi mengatakan bahwa penambahan dan penyerahan kapal tersebut dapat secara langsung menambah unsur kekuatan TNI.
“Dengan pengamanan ini secara langsung menambah kekuatan TNI. Termasuk menjaga kemanan perairan Indonesia,” ujar Laksda Mulyadi.
Lebih lanjut, Laksda Mulyadi menjelaskan bahwa pengadaan kapal tersebut menggunakan anggaran APBN melalui Dinas Material Angkatan Laut. Hal ini bagian rencana strategis (renstra) TNI AL dalam upaya mewujudkan kekuatan Pokok Minimum TNI AL Tahun 2010 sampai dengan 2024.
Kapal PC-32 (Bawean).
KAL BAWEAN
Sementara itu, Direktur PT Palindo Marine Batam, Charles Wirawan, mengatakan bahwa proyek empat kapal patroli tersebut dikerjakan bersama PT Karimun Anugerah Sejati. Ia berharap, pemerintah terus berkomitmen memprioritaskan galangan kapal dalam negeri untuk setiap proyek pengadaan kapal sebagai wujud nyata menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Sumber: KAL

Rabu, 27 April 2016

Kapal Perang KRI RADEN EDDY MARTADINATA


KRI RADEN EDDY MARTADINATA, KAPAL PERANG TERBARU TNI AL CANTIK DAN CANGGIH


Fregat SIGMA 10514 Perusak Kawal Rudal (PKR) diberinama KRI RE Martadinata, kerjasama PT PAL dan Damen Shipyard Belanda yang dikerjakan di Surabaya, Jawa Timur.

Banyak negara yang terkejut dengan pekerjaan ini. Mereka kagum dengan PT PAL yang ternyata mampu merakit Light Frigate Sigma ini. Dari 7 modul, PT PAL menggarap 5 modul, sementara Damen Shipyard Belanda hanya dua modul. Pada kapal frigate yang kedua, Damen hanya akan menggarap satu modul.
KRI Raden Eddy Martadinata buatan PT PAL
KRI Raden Eddy Martadinata buatan PT PAL
KRI Raden Eddy Martadinata
KRI Raden Eddy Martadinata
KRI Raden Eddy Martadinata
KRI Raden Eddy Martadinata
Fregat ini memiliki panjang 105,11 meter, lebar 14,2 meter dan berbobot 2.365 ton. Akomodasi kapal sepenuhnya ber-AC dan menampung hingga 122 orang.

Heli dek di belakang untuk menampung sebuah helikopter ukuran sedang dengan berat maksimum 10 ton. Kapal ini juga dilengkapi dua perahu karet jenis RHIBs untuk operasi penyelamatan dan patroli.
KRI Raden Eddy Martadinata
KRI Raden Eddy Martadinata
Fregat ini memiliki kecepatan berlayar 28 knot, dapat menempuh jarak hingga 5,000nm pada kecepatan 14 knot. Endurance, 20 hari di laut.
KRI Raden Eddy Martadinata
KRI Raden Eddy Martadinata
KRI Raden Eddy Martadinata
KRI Raden Eddy Martadinata
Sistem propulsi kapal memanfaatkan gabungan diesel or electric (CODOE), yang terdiri dari dua mesin diesel 10,000kW MCR propulsion type, dan dua motor elektrik 1,300kW, dua gearbox double input dan dua baling-baling.
KRI Raden Eddy Martadinata
KRI Raden Eddy Martadinata
Body-nya ramping, minimalis dan futuristik. KRI RE Martadinata sudah dikeluarkan dari dry-dock, untuk mulai uji laut. Ini adalah salah satu Light Frigate TNI AL yang dirakit di PT PAL, Surabaya dan segera rampung.

Tidak salah jika PT PAL memilih Damen Schelde Naval Shipbuilding (DSNS), Belanda, sebagai partner dalam membuat kapal perang.