Kamis, 27 Agustus 2015

10 Kota Paling Berpolusi di Dunia



Polusi merupakan hal yang sangat serius yang harus ditanggapi dengan serius juga oleh manusia. Tidak hanya menimbulkan penyakit, polusi juga berdampak terhadap lingkungan sekitar. Beberapa kota berikut ini bahkan hampir seluruh komponen abiotiknya tercemari sehingga sangat sulit untuk hidup sehat pada kota tersebut. Kalu dulu kami pernah membahas tentang fakta tentang polusi, kini kami akan membahas tentang "10 Kota Paling Berpolusi Yang Harus Kamu Hindari Demi Kesehatan Kamu".



1. Dzerzhinks, Rusia
Kota Dzerzhinks terletak di sisi sungai Oka di Nizhny Novgorod Oblast, Rusia. Kota Dzerzhinks diberi nama berdasarkan pemimpin Rusia Feliks Edmundovich Dzerzhinsky. Kota ini merupakan kota penghasil senjata biologis terbesar di dunia, yang mengakibatkan kota ini tercemar karena aktivitas-aktivitas kimia di kota ini. Angka harapan hidup pada kota ini sangatlah rendah, rata-rata usia penduduk di kota ini adalah 40 hingga 50 tahun. 


10 Kota Paling Berpolusi Yang Harus Kamu Hindari Demi Kesehatan Kamu

2. Kabwe, Zambia
Kota terbesar kedua di seantero Afrika Selatan ini merupakan salah satu dengan penambangan timah terbesar di dunia. Hal ini merupakan penyebab utama mengapa kota ini menjadi sangat tercemar. Sebagai akibatnya, seluruh anak-anak di kota ini memiliki kandungan timah yang sangat tinggi dan dapat mengakibatkan kepada kerusakan otak dan saraf pada anak-anak dan janin. Tetapi penduduk kota ini harus bersyukur karena Bank Dunia mengalokasikan dana 40 juta dollar untuk proyek bersih-bersih di kota ini.


10 Kota Paling Berpolusi Yang Harus Kamu Hindari Demi Kesehatan Kamu

3. La Oroya, Peru
Meskipun kota ini merupakan kota terkecil dari kota-kota dalam daftar kota yang paling tercemar di dunia ini. Namun, kota ini merupakan kota yang sangat tercemar dikarenakan adanya penambangan timbal, tembaga dan seng. Di kota ini 99 dari 100 anak memiliki tingkat timbal dalam tubuh yang berada di atas ambang batas. Hal ini mengakibtkan kota ini memiliki tingkat timbal rata-rata 3 kali lebih tinggi dari batas WHO.


10 Kota Paling Berpolusi Yang Harus Kamu Hindari Demi Kesehatan Kamu

Rabu, 26 Agustus 2015

7 Hewan Purba Di Indonesia Yang Masih Hidup Sampai Sekarang


Beberapa fosil hidup hewan purba yang bisa ditemukan di Indonesia diantaranya adalah:

1 Komodo
Komodo merupakan spesies reptil purba endemik yang hidup semenjak zaman purba. Evolusi komodo dimulai dengan genus Varanus yang mulai berkembang di Asia antara 40-25 juta tahun yang lalu. Komodo adalah kerabat dekat dari dinosaurus. Hal ini dilihat dari ditemukannya fosil-fosil dari jenis dinosaurus tertentu yang menunjukkan kemiripan struktur tubuh dengan komodo. Dinosaurus sudah lama punah tetapi Komodo sampai sekarang masih ada. Komodo disebut sebagai Dinosaurus terakhir di dunia. Hewan satu masa dengan dinosaurus ini dikenal sebagai kadal karnivora namun mereka juga hewan kanibal karena kadang mereka memangsa anak-anak mereka. Komodo (Varanus komodoensis) adalah jenis kadal terbesar. Tercatat Komodo terbesar yang pernah ada memiliki panjang 3,13 meter dan berat 166 kilogram. Komodo dapat ditemukan di Pulau Komodo dan pulau-pulau kecil di sekitarnya di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Habitat asli Komodo hanya bisa ditemukan di kepulauan Indonesia ini dan tidak ada di belahan dunia lain.

2 Penyu Belimbing
Penyu belimbing atau Dermochelys Coriacea disebut telah mendiami Bumi semenjak 100 juta tahun silam semasa dinosaurus merajai planet bumi. Penyu belimbing adalah jenis penyu terbesar. Berat penyu belimbing bisa mencapai 900 kg, dengan panjang badan sekitar satu setengah hingga dua meter. Tidak seperti penyu lainnya, penyu belimbing tidak memiliki karapas keras. Karapasnya seperti sebuah mosaik dari tulang-tulang kecil yang keras, kulitnya elastis dengan punggung membujur. Penyu belimbing dapat ditemukan dari perairan tropis hingga ke lautan kawasan sub kutub dan biasa bertelur di pantai-pantai di kawasan tropis. Penyu belimbing hanya makan ubur-ubur, dan hanya ada sedikit tempat di dunia yang dipilihnya untuk bertelur. Salah satu tempat bertelurnya ada di Pantai Jamursba Medi dan Warmon terletak di Utara Kepala Burung Provinsi Papua Barat, Distrik Abun, Kabupaten Tambrauw. Penyu belimbing mempunyai kebiasaan berkeliling dunia menjelajahi berbagai wilayah di belahan bumi ini.

3 Ikan Coelacanth
Ikan Coelacanth diduga sudah ada sejak era Devonian sekitar 380 juta tahun silam, hingga kini bentuknya tidak berubah. Coelacanth adalah ikan purba yang berasal dari sebuah cabang evolusi tertua yang masih hidup dari ikan berahang. Sebelumnya, ikan tersebut sempat diperkirakan sudah punah sejak akhir masa Cretaceous 65 juta tahun lalu. Tapi kemudian ternyata ikan ini ditemukan masih hidup. Ikan ini hanya hidup di perairan Afrika Selatan bagian barat dan perairan Indonesia timur masing-masing disebut Latimeria chalumnae dan Latimeria menadoensis. Di Indonesia ikan purba Coelacanth dapat ditemukan di perairan Talise, Minahasa Utara dan perairan Malalayang, Teluk Manado, Sulawesi Utara. Habitat ikan Coelacanth berada pada kedalamanan lebih dari 180 meter dengan suhu maksimal 18 derajat Celsius. Di Indonesia, khususnya di sekitar perairan Manado dan Minahasa Utara, spesies ini oleh masyarakat lokal dinamai ikan raja laut.

Selasa, 25 Agustus 2015

7 Hewan Berumur Pendek Di Dunia


1. Lalat Capung (Mayflies)


Hewan ini merupakan hewan yang paling terpendek umurnya di dunia, ia menikmati alam semesta hanya satu hari atau 24 jam saja, setelah kawin kemudian mati. Hewan ini berproduksi besar-besaran untuk mempertahankan spesiesnya agar tidak punah.

2. Gastrotrich


Gastorich

Hewan yang hidup di air laut ini memiliki ukuran paling panjang 3 mm, dan bertahan hidup hanya 2 sampai 3 hari saja di dunia.



3. Semut Bersayap (Drone Ant)




Semut ini berbeda dengan jenis semut lain, Drone Ant jantan memliki tujuan hidup hanya untuk makan dan berkembang biak saja dengan umur maksimal 3 minggu. sedangkan untuk semut betina akan terbang untuk membuat koloni baru.

Senin, 24 Agustus 2015

Sejarah dan Perkembangan Akuntansi di Indonesia dan Internasional

A. Sejarah Akuntansi


Pada dasarnya akuntansi itu sama yaitu sarana bagi manajemen untuk mengkomunikasikan posisi keaungan, kinerja dan perubahan posisi keaungan kepada pihak yang berkepentingan. Akuntansi menyediakan informasi bagi pasar modal-pasar modal besar, baik domestik maupun internasional. Awalnya, akuntansi dimulai dengan sistem pembukuan berpasangan (double entry bookkeeping) di Italia pada abad ke 14 dan 15.

Lucalah orang yang pertama sekali mempublikasikan prinsip-prinsip dasar double accounting system dalam bukunya berjudul : Summa the arithmetica geometria proportioni et proportionalita di tahun 1494. Banyak ahli sejarah yang berpendapat bahwa prinsip dasar double accounting system bukanlah ide murni Luca namun dia hanya merangkum praktek akuntansi yang berlangsung pada saat itu dan mempublikasikannya.

Paruh Pertama abad 20, seiring tumbuhnya kekuatan ekonomi Amerika Serikat, kerumitan masalah akuntansi muncul bersamaan. Kemudian Akuntansi diakui sebagai suatu disiplin ilmu akademik tersendiri. Setelah Perang Dunia II, pengaruh Akuntansi semakin terasa di Dunia Barat. Bagi banyak negara, akuntansi merupakan masalah nasional dengan standar dan praktik nasional yang melekat erat dengan hukum nasional dan aturan profesional.

Perkembangan Akuntansi

Tahun 1775 : pada tahun ini mulai diperkenalkan pembukuan baik yang single entry maupun double entry.

Tahun 1800 : masyarakat menjadikan neraca sebagai laporan yang utama digunakan dalam perusahaan.

Tahun 1825 : mulai dikenalkan pemeriksaaan keuangan (financial auditing).

Tahun 1850 : laporan laba/rugi menggantikan posisi neraca sebagai laporan yang dianggap lebih penting.

Tahun 1900 : di USA mulai diperkenalkan sertifikasi profesi yang dilakukan melalui ujian yang dilaksanakan secara nasional.

Tahun 1925 : Mulai diperkenalkan teknik-teknik analisis biaya, akuntansi untuk perpajakan, akuntansi pemerintahan, serta pengawasan dana pemerintah. Sistem akuntansi yang manual beralih ke sistem EDP dengan mulai dikenalkannya“punch card record”.

Tahun 1950 s/d 1975 : Pada periode ini akunansi sudah menggunakan computer untuk pengolahan data. Lalu, sudah dilakukan Perumusan Prinsip Akuntansi (GAAP). Hingga Perencanaan manajemen serta management auditing mulai diperkenalkan.

Tahun 1975 : Total system review yang merupakan metode pemeriksaan efektif mulai dikenal. Dan Social accounting manjadi isu yang membahas pencatatan setiap transaksi perusahaan yang mempengaruhi lingkungan masyarakat.

B. Perkembangan Akuntansi di Indonesia

Akuntansi mulai diterapkan di Indonesia sejak tahun 1642. Akan tetapi bukii yang jelas terdapat pada pembukuan Amphioen Societeit yang berdiri di Jakarta sejak 1747. Selanjutnya akuntansi di Indonesia berkembang setelah UU Tanam Paksa dihapuskan pada tahun 1870. Hal ini mengakibatkan munculnya para pengusaha swasta Belanda yang menanamkan modalnya di Indonesia.

Praktik akuntansi di Indonesia dapat ditelusur pada era penjajahan Belanda sekitar 17 (ADB 2003) atau sekitar tahun 1642 (Soemarso 1995). Jejak yang jelas berkaitan dengan praktik akuntansi di Indonesia dapat ditemui pada tahun 1747, yaitu praktik pembukuan yang dilaksanakan Amphioen Sociteyt yang berkedudukan di Jakarta (Soemarso 1995). Pada era ini Belanda mengenalkan sistem pembukuan berpasangan (double-entry bookkeeping) sebagaimana yang dikembangkan oleh Luca Pacioli. Perusahaan VOC milik Belanda-yang merupakan organisasi komersial utama selama masa penjajahan-memainkan peranan penting dalam praktik bisnis di Indonesia selama era ini (Diga dan Yunus 1997).

Pengiriman Van Schagen merupakan titik tolak berdirinya Jawatan Akuntan Negara-Government Accountant Dienst yang terbentuk pada tahun 1915 (Soermarso 1995). Akuntan publik yang pertama adalah Frese & Hogeweg yang mendirikan kantor di Indonesia pada tahun 1918. Pendirian kantor ini diikuti kantor akuntan yang lain yaitu kantor akuntan H.Y.Voerens pada tahun 1920 dan pendirian Jawatan Akuntan Pajak-Belasting Accountant Dienst (Soemarso 1995).

Pada era penjajahan, tidak ada orang Indonesia yang bekerja sebagai akuntan publik. Orang Indonesa pertama yang bekerja di bidang akuntansi adalah JD Massie, yang diangkat sebagai pemegang buku pada Jawatan Akuntan Pajak pada tanggal 21 September 1929 (Soemarso 1995).

Kesempatan bagi akuntan lokal (Indonesia) mulai muncul pada tahun 1942-1945, dengan mundurnya Belanda dari Indonesia. Pada tahun 1947 hanya ada satu orang akuntan yang berbangsa Indonesia yaitu Prof. Dr. Abutari (Soermarso 1995). Praktik akuntansi model Belanda masih digunakan selama era setelah kemerdekaan (1950an). Pendidikan dan pelatihan akuntansi masih didominasi oleh sistem akuntansi model Belanda. Nasionalisasi atas perusahaan yang dimiliki Belanda dan pindahnya orang orang Belanda dari Indonesia pada tahun 1958 menyebabkan kelangkaan akuntan dan tenaga ahli (Diga dan Yunus 1997).

Rabu, 19 Agustus 2015

Quote Bijak

Jika Kamu tak bisa
menjadi pensil untuk menulis
Kebahagiaan

orang lain,

Jadilah penghapus
untuk menghapus
Kesedihan
orang lain.